Indeks fisika pas-pasan. Tugas numpuk. Unit nggak kelar-kelar. Flu nggak mau pergi. Ujian nggak ada yang yakin. Sering galau disaat yang nggak tepat. Keinget Kyushu lagi. Kangen rumah. Kangen pads. Kangen temen-temen. Kangen Jogja dan seluruh isinya.
Labels: kehidupan
The days had been so busy & tiring lately. Tasks, tests, unit, and event; all of them seem coming in the same time and made me feel a sudden headache. Also, I've just healed from a-two-weeks flu that attacked me after filling my duty as the safety enforcement in the procession of graduation in my campus, Institut Teknologi Bandung.
Labels: kehidupan
26 September 2011 telah berlalu, hari dimana aku seharusnya memulai
perjalananku mengejar mimpiku, hari dimana pesawat yang seharusnya
membawaku ke Pulau Kyushu-Jepang- lepas landas, hari dimana seharusnya
aku memulai kehidupanku di Kyushu University sebagai mahasiswi Aerospace
Engineering. Namun, aku memilih untuk menempuh jalan hidup yang lain.
Kota Bandung, disinilah aku sekarang, melanjutkan studiku. Sekolah
Teknik Elektro dan Informatika di Institut Teknologi Bandung-lah menjadi
pilihanku untuk bekal ilmu di masa depanku.
Banyak orang yang menyayangkan ketidakberangkatanku. Mungkin
orang-orang berpikir bahwa aku telah menyia-nyiakan kesempatan emas. Aku
tahu, banyak sekali orang yang ingin melanjutkan studi di Jepang,
apalagi mendapatkan beasiswanya. Aku mendapat kesempatan, namun aku
melepasnya. Mengapa akhirnya aku memutuskan untuk tidak berangkat?
Ada dua faktor kuat yang menjadi pertimbanganku untuk tidak berangkat.
Pertama adalah faktor ekonomi. Aku tidak berasal dari keluarga yang
tidak mampu, namun keluargaku juga bukan keluarga yang mempunyai uang
berlimpah. Beasiswa yang kudapat jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga
orangtuaku masih harus mengirimiku uang yang nominalnya tidak sedikit
jika aku berangkat. Kedua adalah saran dari orang-orang yang pernah atau
sedang belajar di Kyushu University yang menyarankanku untuk memilih
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung dengan
alasan bahwa mutu dan kualitasnya lebih baik dibanding Aerospace
Engineering Kyushu University.
Sedih? Tentu. Penyesalan? Pasti ada. Namun aku sadar, waktu tak pernah berhenti berjalan. Setelah selesai
membuat tulisan ini, aku berjanji akan berhenti memikirkan Kyushu
University dan serius menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung. Sudah
saatnya membuka mata, Ujian Tengah Semester tengah menanti.
I'll never forget the past, but I'll remember it to make myself better.
Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.
Labels: kehidupan
Dari dulu aku itu anti sama yang namanya Korea-korean. Aku belom pernah nonton drama seri Korea, bahkan yang terkenal sekalipun. Makanya itu aku sering cengok kalo pada ngomongin gituan. Nah, karena drama aja yang notabene banyak penggemarnya aku nggak suka, otomatis aku juga nggak suka sama boyband-boyband korea. No offense, tapi dimataku mereka terlihat... well, yah, gitu deh. Pokoknya nggak suka aja. Saking nggak sukanya, aku menjuluki hal-hal yang berbau Korea itu sebagai Dunia Kegelapan.
Tapi ternyata akhirnya aku tersedot juga ke black hole itu. Jadi ceritanya, tadi pagi aku baru bangun jam sembilan. Terus nyalain TV, dan ternyata channel yang kepencet itu Trans TV yang lagi nayangin dering. Dan kalian tau apa yang lagi ditayangin? Semua hal yang berbau Kpop, dari chart sampai new entry. Daaan, new entrynya adalah... Hello Hello by FT Island. Uuuh, mau nggak mau aku harus bilang, aku suka lagunya dan videoklipnya T.T
Tapi aku nggak nyesel kok nggak sengaja liat videoklip ini. Lagunya bagus, entah kenapa terdengar kayak lagu-lagu anime yang biasa aku dengerin dulu. Terus videoklipnya juga nggak aneh-aneh. Aneh-aneh disini means ada ceritanya dan ceritanya jelas, bagus pula. Overall, thumbs up for this videoclip!
ps: nggak lagi-lagi deh nggak suka sama sesuatu secara lebay, ntar malah jadi gini lagi.
Labels: uncategorized
Labels: kehidupan, school life



